Si Hitam Manis dari Jogja? kira kira itu apa yah? yap, dugaan kalian salah semua. Si Hitam Manis dari Jogja itu adalah GUDEG JOGJA. Kenapa saya memilih nama itu karena, warna nya yang berwarna coklat kehitaman seperti makanan gosong tapi makanan ini berasa manis. Gudeg merupakan makanan khas Yogyakarta. Ada anggapan gudeg merupakan makanan yang berkebang dalam keraton jojga. Ada juga anggapan gudeg sudah ada sejak penjajahan belanda.
Awalnya saya tidak suka makanan ini karna warnanya aneh dan asing bagi saya. Saat saya sedang pulang kampung orang tua saya mengajak itu makan gudeg di dekat alun alun utara jogja. Tempat saya makan menurut saya terlalu ramai dan tidak meyakinkan tempat ini menjual makanan yang enak . Karna orang tua saya asli orang jawa, mereka sangat menyukai masakan ini. Berhubung perut saya sudah muali lapar dan tidak ada menu lain saya mencoba gudeg. Saat pertama kali saya mencicipinya rasanya itu unik sekali. Rasa yang manis tapi bukan rasaa manis dari gula pada umumnya.
"Don't judge the food from their presentation"Makanan ini terbuat dari nangka muda (gori) yang dimasak dengan satan.Warna kecoklatan ini dihasilkan dari daun jati yang dimasak bersamaan. Kata tante saya memasak gudeg memakan waktu hampir satu malam. Semakin lama gudeg dimasak maka semakin meresap bumbu-bumbu yang membuat makanan ini semakin lezat.Ada beberapa varian gudeg yaitu:
- Gudeg kering
Gudeg ini biasanya bisa tahan 24 jam bahkan bisa dimasukan ke dalam kulkas. Rasanya lebih manis dibandingkan gudeg jenis lain. Gudeg ini cocok untuk oleh oleh . Kemasan itu dijadiakn oleh oleh biasanay menggunakan kendil tanah liat, besek (anyaman bambu berbentuk kardus),kardus bahkan sampai kemasan kaleng.
- Gudeg basah
Gudeg jenis ini biasa di cari pada saat sarapan pagi. Gudeg basah ini biasanya di sajikan dengan santan nyemek yang gurih. Gudeg jenis ini biasanya hanya tahan 6-12 jam karena kandungan santennya mudah basi
- Gudeg manggar

Gudeg jenis ini sedah jarang ditemukan karna manggar atau bunga keplapa sudah sulit ditemukan. Cara pemasakannya sama seperti gudeg biasanya, hanya ditambahkan manggar yang dimassak secara bersamaan. Manggar menjadikan sensasi yang berbeda dibandingkan gudeg lain. Manggar terasa renyah yang sekilasa rasanya hampir mirip dengan jamur tiram.
Saya ingin berbagi resep membuat gudeg rumahan ala tante saya
Bahan:
- ½ butir kelapa
- 3 lembar daun jati
- ½ ayam sedang
- Telur
- Nangka muda
Bumbu:
- 3 biji bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1 sendok teh ketumbar
- 6 butir kemiri
- 2 potong laos
- ¼ sendok teh terasi
- 3 lembar daun salam
- 1 sendok makan garam
- 2 sendok makan gula merah dan micin
Cara Membuat Gudeg:
- Rebus telur dan parut kelapa untuk dijadikan santan
- Nangka muda dipotong-potong agak kasar setelah dicuci.
- Kemudian rebus dengan daun jati supaya timbul warna merah hingga lunak. Tiriskan lalu memarkan.
- Haluskan bumbu, kecuali daun salam dan laos. Masukkan ke dalam panci bersama santan, potongan ayam dan nangka muda yang telah dimemarkan.
- Tambahkan daun salam dan laos, rebu terus hingga santan habis.
- Terakhir masukkan telur rebus yang telah dikupas, tambahkan santan kental dan rebus hingga santan habis
Apapun jenis gudegnya, makanan ini biasnya ditemani ayam opor, tahu atau tempe bacem, telur pidang dan sabal goreng krecek (kulit sapi) ditambah siraman satan gurih yang membuat rasanya semakin khas indonesia. Tak usah khawatir, hampir diseluruh pulau jawa menjual gudeg. Yang pasti jika kalian mampir ke jogja jangan lupa mampir ke daerah Wijilan, alun-alun utara Yogyakarta. Disana banyak warung warung yang menjualkan gudeg dengan rasa yang berbeda.
A recipe has no soul. You must bring sol to the recipe











No comments:
Post a Comment